Profil Bupati Kendal PDF Cetak

 

Nama:

dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM.

Tempat/Tgl Lahir:

Semarang, 26 Mei 1964 / 46 tahun.

Alamat:

Kantor : Jl. Sukarno Hatta No 193 Kendal Telp.(0294) 381232 - 381251

Rumah : Ds. Kaligading, RT/RW : 01/03, Kec. Boja, Kab. Kendal.

Agama

Islam.

Nama Suami

H. Hendy Boedoro, SH., M.Si.

Jumlah anak

4 (empat) orang.

Nama Keluarga kandung

Gembong Kahartan.

Tanggal Pelantikan : 

Senin, 23 Agustus 2010

Riwayat Pendidikan

  1. SD Institut Indonesia Semarang, lulus tahun 1977;

  2. SMP Institut Indonesia Semarang, lulus tahun 1980;

  3. SMAN 1 Semarang, lulus tahun 1983;

  4. Fak. Kedokteran Unisulla Semarang, lulus tahun 1996;

  5. Magister Management Universitas Semarang, lulus tahun 2006.

Riwayat Organisasi

  1. Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kendal, tahun 2000 s.d. 2008;

  2. Ketua Dekranasda Kab. Kendal, tahun 2000 s.d. 2008;

  3. Ketua PMI Kab. Kendal, tahun 2000 s.d. sekarang;

  4. Ketua GNOTA Kab. Kendal, tahun 2001 s.d. sekarang;

  5. Ketua LKKNU Kab. Kendal, tahun 2002 s.d. 2007;

  6. Anggota IDI Kab. Kendal;

  7. Anggota ISEI Kab. Semarang;

  8. Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kec. Kota Kendal, tahun 2001 s.d 2006;

  9. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Kendal, tahun 2008 s.d. 2010
    (lewat Rakercab);

  10. Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Kendal, tahun 2010 s.d. 2015
    (lewat Konfercab).

Riwayat Pekerjaan

  1. Klinik Praktek Dokter Bersama Toha & Rekan, tahun 2001;

  2. Ketua Pembina Yayasan Ngesthi Widhi Husada Kendal, tahun 2003 s.d. sekarang;

  3. Anggota DPRD Kab. Kendal, tahun 2004 s.d. 2009 ( Ketua Komisi A DPRD);

  4. Anggota DPRD Kab. Kendal, tahun 2009 s.d. 2014 (Wakil Ketua DPRD).

Lain-lain

  1. Citra Karya Bhakti Pertiwi dari Yayasan Pandu Citra Pertiwi Jakarta, tahun 2001;

  2. Penghargaan Pelopor Pembangunan Daerah dari BAPPONAS Jakarta, tahun 2005.

 

 
Profil Wakil Bupati Kendal PDF Cetak

 

Nama

H. Mukh Mustamsikin S.Ag., M.Si.

Tempat/Tgl Lahir

Kendal, 6 Agustus 1965 / 45 tahun.

Alamat

Kantor : Jl. Sukarno Hatta No 193 Kendal Telp.(0294) 381232 - 381251

Rumah : Kampung Sarimanan Barat Kutoharjo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal.

Agama

Islam.

Nama Istri

Hj. Afifah.

Jumlah anak

4 (empat) orang.

Nama Keluarga Kandung

Mustaghfiroh

Pekerjaan

Dosen.

Tanggal Pelantikan : 

Senin, 23 Agustus 2010 

Riwayat Pendidikan

a. MI Kutoharjo II Kaliwungu, lulus tahun 1977;

b. SMP Alhidayah Kendal, lulus tahun 1981;

c. MA Miftahul Huda Silir Kediri, lulus tahun 1984;

d. STIA Wali Sembilan Semarang Fakultas Tarbiyah, lulus tahun 2001;

e. S2 IAIN Walisongo Semarang, lulus tahun 2007.

Riwayat Organisasi

a. Ketua KESIS Comisaris PP. Lirboyo;

b. Ketua Santri Semarang di Jawa Timur;

c. Ketua Santri Lintas Daerah di Jawa Timur;

d. Sekretaris PP. Lirboyo Kediri;

e. Sekretaris Umum HIMASAL kab. Kendal;

f. Ketua Haiah Ta’mir NU Kab. Kendal;

g. Ketua PAC GP Ansor Kec. Kaliwungu

Riwayat Pekerjaan

a. Kepala Madrasah Wustho Sunan Katong, Kaliwungu;

b. Kepala Ulya Sunan Katong, Kaliwungu;

c. Dosen II WS Semarang;

d. Dosen UNSIQ Wonosobo;

e. Dosen UNWAHAS Semarang.

Lain-lain

a. Diklat Nasional Bahasa Arab di Jakarta;

b. Diklat perpustakaan Pesantren tingkat Nasional di Jakarta;

c. Kursus Dai di Surabaya;

d. Dialog Antar Umat Beragama di Semarang;

e. Pembekalan Administrasi Pesantren di Jakarta.

 

 
Sejarah PDF Cetak

Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo.

Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan pertentangan dan mengakibatkan kematian itu tercatat dalam Prasasti. Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat secara luas. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak "sari" itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari". Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jln Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.

Dari kisah tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah atau daerah setelah Sunan Katong menyebutnya. Kisah penyebutan nama itu didukung oleh berita-berita perjalanan Orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres dikatakan bahwa pada abad ke 15 di Pantai Utara Jawa terdapat Pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal dan Kendal. Bahkan oleh Dr. H.J. Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki yang arti sangat penting. Sejarah Berdirinya Kabupaten Kendal

Adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di Daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan. Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.

Perkembangan lebih lanjut dengan momentum gugurnya Tumenggung Bahurekso sebagi penentuan Hari jadi dinilai beberapa kalangan kurang tepat. Karena momentum tersebut merupakan sejarah kelam bagi seorang tokoh yang bernama Bahurekso. Sehingga bila tanggal tersebut diambil sebagai momentum hari jadi dikhawatirkan akan membawa efek psikologis. Munculnya istilah "gagal dan gugur" dalam mitologi Jawa dikawatirkan akan membentuk bias-bias kejiwaan yang berpengaruh pada perilaku pola rasa, cipta dan karsa warga Kabupaten Kendal, sehingga dirasa kurang tepat jika dijadikan sebagai pertanda awal mula munculnya Kabupaten Kendal.

Dari Hasil Seminar yang diadakan tanggal 15 Agustus 2006, dengan mengundang para pakar dan pelaku sejarah, seperti Prof. Dr. Djuliati Suroyo ( guru besar Fakultas sastra Undip Semarang ), Dr. Wasino, M.Hum ( dosen Pasca Sarjana Unnes ) H. Moenadi ( Tokoh Masyarakat Kendal dengan moderator Dr. Singgih Tri Sulistiyono. serta setelah diadakan penelitian dan pengkajian secara komprehensip menyepakati dan menyimpulkan bahwa momentum pengangkatan Bahurekso sebagai Bupati Kendal, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi. Pengangkatan bertepatan pada 12 Rabiul Awal 1014 H atau 28 Juli 1605. Tangal tersebut persis hari Kamis Legi malam jumat pahing tahun 1527 Caka. Penentuan Hari Jadi ini selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah ( PERDA ) Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006, tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kendal ( Lembaran Daerah no 20 Tahun 2006 Seri E nomor 15 )



Pemerintahan Kabupaten Kendal Sekarang dan Jaman Doeloe

Kaiwungu pernah berjaya sebagai pusat pemerintahan sejak awal berdirinya Kabupaten Kendal. Namun karena kondisi perpolitikan di pusat Mataram pada waktu itu dan adanya pertimbangan untuk perkembangan pemerintahan, menyebabkan pusat pemerintahan tersebut pindah ke kota Kendal hingga sekarang. Sehingga akhirnya Kaliwungu hanya digunakan untuk tempat tinggal kerabat Ayahanda Bupati yang sering disebut sebagai Kasepuhan. Sedangkan pemerintahannya dijadikan sebagai daerah administrasi yaitu Distrik Kaliwungu.

 

 

Bupati Kendal dan Pusat Pemerintahan dari Masa ke Masa

 

  1. Ki Tumenggung Bahurekso, 1605 - 1628.
  2. Ki Ngabei Wiraseca, 1629 -1641.
  3. Ki Ngabei Mertayuda, 1641 - 1649.
  4. Ki Ngabei Wangsadipradja, 1649 - 1650.
  5. Ki Ngabei Wangsawirapradja, 1650 - 1661.
  6. Ki Ngabei Wangsawirasraya, 1661 - 1663.
  7. KRT. Singawijaya, 1663 - 1668.
  8. KRT. Mertawijaya 1668 - 1694.
  9. Kompang ( Wakil ) 1694 - 1700.
  10. KRT. Mertawijaya II 1700 - 1725.
  11. KRT. Mertawijaya III 1725 - 1730.
  12. KRT. Singawijaya II ( Kendilwesi ) 1730 - 1755.
  13. KRT. Sumanegara I 1755 - 1780.
  14. KRT. Sumanegara II 1780 - 1785.
  15. KRT. Surahadinegara 1785 - 1805.
  16. KRT. Adipati Prawirodiningrat I 1805 - 1811.
  17. KRT. Adipati Prawiradiningrat II (Bupati terakhir Kendal dengan Pusat Pemerintahan masih di Kaliwungu) 1811-1830.
  18. KRT. Adipati Purbadiningrat ( Asal Gresik ) Menantu Bupati P. Ario Prawirodingrat II 1830 -1850.
  19. KRT. Adipati Sasrahadiningrat 1850 - 1857.
  20. KR. Adipati  Ario Notohamiprojo 1857 -1890.
  21. KRT. Adipati Ario Notonegoro Putra Bupati Pangeran Ario Notohamiprojo 1890 - 1911.
  22. KRT . Adipati Natahanipradja 1911 - 1938.
  23. KRT. Adipati Parwitz Purbanegara 1938 - 1942.
  24. RM. Kusumahudaya 1942 - 1945.
  25. R. Sukarno 1945 - 1948.
  26. R. Ruslan 1948 - 1950.
  27. R. Prayirno 1950 - 1957.
  28. R. Sujono 1957 - 1960.
  29. R. Salatun 1960 - 1965.
  30. Mayor Infantri R. Sunardi 1965 - 1967.
  31. Letkol RM. Suryosusena 1967 - 1972.
  32. Drs. H Abdoes Saleh Ranawidjaja 1972 - 1979.
  33. Drs. H Herman Soemarmo 1979 - 1984.
  34. H. Soedono Yusuf 1984 - 1989.
  35. H. Soemojo Hadiwinoto, SH 1989 - 1999.
  36. Drs. H. Jumadi 1999 - 1999.
  37. H. Hendy Boedoro SH, M.Si - Drs. H. Masdiki Yusak, Mpd 2000 - 2005.
  38. Drs. Suwarto Nasucha, M.Si - Pj. Bupati Kendal 2005 - 2005.
  39. H. Hendy Boedoro SH, M.Si - Dra. Hj. Siti Nurmarkesi, Masa Jabatan 2005 - 2010.
  40. Dra. Hj. Siti Nurmarkesi - Wakil Bupati Kendal yang melaksanakan tugas dan kewajiban Bupati Kendal, 2007 - 2009.
  41. Dra. Hj. Siti Nurmarkesi, Masa Jabatan tgl 22 Juli 2009 s/d 22 Agustus 2010.
  42. dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM. Terhitung mulai tgl. 23 Agustus 2010 s/d sekarang.

 

Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Sejak Pemilu Tahun 1955 sampai sekarang DPRD Kabupaten Kendal dipimpin 13 orang, yaitu:

1. Mardi Hady, 1955-1957

2. Waluyo Wignjonijoso, 1957-1962

3. Mardi Hady, 1965-1967

4. H. Macfudz Amin, 1967-1972

5. Urip Ischak, 1972-1977

6. Drs. Hasan Basari, 1977-1980

7. Achmad Soetrisno, 1980-1982

8. Achmad Soetrisno, 1982-1987

9. Sofian Purwosubroto, 1987-1992

10. Kol. Infantri Kusnadi, 1992-1997

11. Abu Bakar Wakkano, 1997-1999

12. Sutrimo, 1999-2004

13. Drs. H. Ahmat Suyuti, 2004-2009

14. Anik Kasiyani, 2009-2014

 

Sumber: Buku Refleksi Hari Jadi Ke-405 Kabupaten Kendal Tahun 2010.

 

 
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kendal PDF Cetak

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponennya

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian suatu daerah dalam tiga dimensi dasar pembangunan manusia : lamanya hidup, pengetahuan dan standar kehidupan yang layak. Indeks ini diukur dengan angka harapan hidup, capaian pendidikan dan tingkat pendapatan per kapita yang telah disesuaikan menjadi paritas daya beli. Dengan demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah suatu ringkasan dan bukan merupakan ukuran komprehensif dari pembangunan manusia. Pembangunan Manusia dirumuskan sebagai perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging the choice of people), yang dapat dilihat sebagai proses upaya ke arah perluasan pilihan sekaligus sebagai taraf yang akan dicapai dari upaya tersebut (UNDP, 1990).

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kendal tahun pada 2008 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2007 yaitu dari 68.91 menjadi 69.40 di tahun 2008, namun demikian meski mengalami peningkatan, urutan IPM tersebut turun satu peringkat dari urutan 30 menjadi 31 se Jawa Tengah. Bukan capaian rangking yang diutamakan, namun out put dari program pembangunan itu sendiri yang diprioritaskan, sehingga sasaran dan tujuan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terjadi adalah memproduksi kualitas dengan kuantitas.

Dari ketiga komponen yang membentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), diketahui bahwa :

  1. Angka Harapan Hidup / Usia Harapan Hidup (eo) mengalami peningkatan, dari tahun 2007 sebesar 67,40 tahun dan tahun 2008 menjadi 67,77 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa derajat kesehatan penduduk di Kabupaten Kendal meningkat, secara rata-rata kenaikan untuk menikmati hidup bertambah sebesar 0,37 tahun.

  2. Salah satu komponen pembentuk indeks pendidikan yaitu Angka Melek Huruf (AMH), tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 88,93 % kondisi ni mengartikan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Kendal yang mampu membaca dan menulis huruf latin, huruf arab serta huruf lainnya belum mengalami perubahan, meskipun target dari UNDP adalah 100% penduduk suatu wilayah adalah sudah mampu baca tulis. Sementara untuk rata-rata lama sekolah (MYS) masih sama dengan tahun sebelumnya yakni 6,69 tahun atau secara rata-rata penduduk Kabupaten Kendal usia 15 tahun keatas masih menduduki setingkat kelas satu SMP ( kelas 7 ). Kondisi ideal rata-rata lama sekolah yang digariskan oleh UNDP adalah 15 tahun, apabila diuraikan 15 tahun tersebut antara lain 6 tahun pertama untuk pendidikan jenjang sekolah dasar, setelah lulus 3 tahun berikutnya menempati jenjang sekolah lanjutan pertama hingga tamat SLTP kemudian jenjang sekolah SLTA selama 3 tahun dan setelah tamat diharapkan mampu meneruskan sekolah lagi selama 3 tahun sampai lulus setara dengan pendidikan Diploma III.

  3. Secara umum daya beli penduduk Kabupaten Kendal tahun 2008 mengalami peningkatan tidak terlalu besar, bila dilihat dari sisi pengeluaran per kapita, yakni dari Rp. 627.910 menjadi Rp. 631.640. Untuk capaian daya beli masyarakat/penduduk disuatu wilayah, angka ideal setiap tahun mengalami penyesuaian riel.

2. IPM Kabupaten Kendal dibanding dengan Kabupaten/Kota Sekitarnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kendal pada tahun 2008 ada pada peringkat 31 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Peringkat tersebut mengalami penurunan 1 tingkat bila dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya, dari peringkat 30 pada tahun 2007 ke urutan 31 pada tahun 2008. Begitu pula bila dibandingkan dengan IPM dari wilayah sekitarnya, seperti Kabupaten Demak, Batang, Temanggung, Semarang dan Kota Semarang.



INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN KENDAL DAN WILAYAH SEKITARNYA

TAHUN 2006 – 2008

 

Kabupaten Kendal dan sekitarnya Indeks Pembangunan Manusia Ranking
2006 2007* 2007** 2008 2007 2008
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Kab. Demak 70.3 72,26 71,05 71,56 16 16
2. Kab. Semarang 71,9 74,09 72,93 73,34 7 7
3. Kab. Temanggung 71,8 74,21 73,08 73,43 6 6
4. Kab. Kendal 68,2 70,06 68,91 69,4 30 31
5. Kab. Batang 68,4 69,8 68,64 69,23 32 32
6. Kota. Semarang 75,9 77,24 76,11 76,54 2 2
Jawa Tengah 70,3 71,58 70,92 71,6 14 14

 

Sumber : Susenas tahun 2006 – 2008

Ket : * angka lama

** angka diperbaiki



ANGKA HARAPAN HIDUP DI KABUPATEN KENDAL DAN WILAYAH SEKITARNYA
TAHUN 2005 – 2008

 

Kabupaten / Kota Angka Harapan Hidup Perubahan
Eks Karesidenan 2005 2006 2007* 2007** 2008 2005-2008
(1) (2) (3) (4) (5) (60 (7)
1. Kab. Demak 69,5 70 72,48 70.31 70.69 01/01/19
2. Kab. Semarang 72,1 72,2 74,3 72.21 72.33 0.23
3. Kab. Temanggung 72 72,1 74,19 72.16 72.32 0.32
4. Kab. Kendal 66,7 67,1 69,46 67.4 67.77 01/07/10
5. Kab. Batang 69,1 69,2 72,67 69,38 69,66 0.55
6. Kota. Semarang 71,8 71,9 73,93 71.9 72.01 0.21
Jawa Tengah 68,1 68 72,1 70.9 71.1 01/03/00

 

Sumber : Susenas tahun 2005 – 2008
Ket : * Angka lama

** angka diperbaiki



PERSENTASE PENDUDUK KABUPATEN KENDAL
MENURUT AMH DAN MYS TAHUN 2008

 

Provinsi / Kabupaten Tahun
AMH (persen) MYS (tahun)
2007* 2008 2007* 2008
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Kab Demak 90,82 90,82 7,00 7,00
2. Kab Semarang 93,51 93,51 7,10 7,15
3. Kab Temanggung 95,93 95,93 6,70 6,70
4. Kab Kendal 88,93 88,93 6,69 6,69
5. Kab Batang 87,01 87,62 5,97 6,02
Jawa Tengah 88,62 89,24 6,8 6,86

 

Sumber:Susenas tahun 2007 – 2008
Ket: * Termasuk kabupaten / kota pemekaran



RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA
DI KABUPATEN KENDAL DAN SEKITARNYA
TAHUN 2007 – 2008

 

Kabupaten / Kota Tahun 2008 (Rp.)
2007 (Rp.)
(1) (2) (3)
1. Kab Demak 626280 630130
2. Kab Semarang 626280 632180
3. Kab. Temanggung 627370 630820
4. Kab. Kendal 627910 631640
5. Kab. Batang 627910 626020
6. Kota. Semarang 638780 643550
Jawa Tengah 628530 633590

 

Sumber : Susenas Tahun 2007, 2008

 
Slogan Daerah PDF Cetak

Slogan Kabupaten Kendal sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 1991 Tentang Penetapan Slogan Kabupaten Daerah Tingkat II Kendal adalah :

BERIBADAT

Akronim BERIBADAT adalah :

 
Artikel Lainnya...
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL