Pertanian
Budidaya Umbi Porang (Amorphopalus Ancophillus) PDF Cetak

Komoditas Porang (Amorphophallus onchophyllus) merupakan salah satu komoditas yang sesuai untuk dikembangkan pada lahan dibawah tegakan. Disamping mempunyai toleransi tinggi terhadap lingkungan yang ternaungi, Porang juga mempunyai banyak manfaat dan nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dalam rangka Implementasi PHBM.

 

A. SYARAT TUMBUH

1. Iklim

Tanama Porang merupakan tanaman asli daerah tropis

  • Porang mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang ternaungi, sehingga tanaman ini tumbuh baik di pekarangan dan atau kawasan hutan.
  • Dapat beradartasi di dataran rendah hingga ketinggian 900 m dpl.
  • Membutuhkan suhu harian rata-rata 250C – 350C
  • Jumlah curah hujantahunan antara 1.000-1.500mm
  • Ketinggian optimal untuk menghasilkan produk umbi yang baik adalah 100-600m dpl.
  • Intensitas cahaya yang di perlukan 60-70%

2. Tanah

Porang dapat tumbuh dalam berbagai jenis tanah terutama yang bertekstur lempung berpasir dan bersih dari alang- alang. Tetapi untuk menghasilkan umbi yang optimal. Tanaman Porang menghendaki tanah yang gembus/subur dan tidak becek (tergenang air). Derajat keasaman tanah yang di perlukan antara pH 6-7.

B.  BUDIDAYA TANAMAN PORANG

1. Persiapan Lahan

Lokasi untuk porang dapat dipilih di bawah tegakan/naungan jati dan sono dengan  intensitas naungan 60-70%.

a. Untuk lahan datar :

Lahan dibersihkan dari semak-semak/rumput liar (gulma) kemudian diolah dengan cangkul sampai gembur dan selanjutnya dibuat guludan selebar 0,5m, tinggi 0,25m dan panjang di sesuaikan dengan lahan serta jarak antar guludan 0,5rn.

b. Untuk lahan miring.

Lahan dibersihkan tetapi tidak diolah, cukup dibuat lobang (koakan) tempat ruang tumbuhan bibit Porang yang dilaksanakan pada saat penanaman.

2. Persiapan Bibit

Salah satu keuntungan menanam Porang adalah dengan sekali tanam bibit dapat dipanen tiap tahun setelah bibit yang pertama ditanam berumur 3 tahun (perkembangbiakan alam). Porang diperbanyak secara vegetatif (umbi) dan generatif  (biji dan umbi tetas/bubi/katak).

Bibit diplih dari umbi atau bubil yang sehat.

Kebutuhan bibit persatuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam kebutuhan benih perhektar (1 ha) dengan jarak tanam (1X0,5)m adalah :

a. Umbi : 1.500Kg (isi umbi 20-30 buah/Kg).

b. Biji    : 300 Kg.

c. Bubil  : 350 Kg (isi 107-175 buah/Kg).

3. Penanaman.

Waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan (Nopember-Desember).

Cara menanam bibit Porang :

  • Bibit yang sehat satu peraatu dimasukan kedalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap keatas.
  • Tutup bibit tersebut dengan tanah halus/olahan setebal 3 cm.
  • Tiap lubang tanam ditanami 1 bibit Porang.
  • Jarak tanam tergantung kebutuhan, misal (1X0,5)m.

4. Pemeliharaan Tanaman.

Tanaman porang tidak menuntut pemeliharaaan secara khusus. Namun untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik (maksimal) dapat ditingkatkan dengan perawatan yang intensif.

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman porang :

a. Penyiangan

  • Rumput-rumput liar (gulma) yang dapat menjadi pesaing dalam hal kebutuhan air, unsur hara, dan faktor lainnya bagi tanaman porang perlu dibersihkan atau disiangi.
  • Waktu penyiangan sebaiknya sebulan setelah umbi ditanam. Sedangkan penyiangan berikutnya dapat dilakukan kapan saja tergantung dari ada tidaknya gulma.
  • Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan alat bantu kored/cangkul secara hati-hati agar tidak merusak pekarangan maupun umbi porang, selanjutnya gulma ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompos

b. Pemupukan

  • Pemupukan dilakukan pada saat pertama kali bibit ditanam (pupuk dasar), pemupukan kedua, ketiga dan berikutnya dilaksanakan 1 tahun sekali yaitu pada awal musim hujan (Nopember-Desember).
  • Dosis dan jenis Pupuk yang digunakan adalah Urea 10gram/lubang dan SP 36,5gram/lubang.
  • Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditanam di sekitar batang Porang.

c. Perlindungan Tanaman

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda gangguan hama/penyakit yang merusak tanaman Porang, Sehingga belum ada cara yang dilakukan dalam hal perlindungan tanaman.

d. Pengamanan dari pohon pelindung.

Pohon pelindung seperti jati atau sosno, spp harus senantiasa dipelihara sehingga dapat tumbuh dengan baik, hal ini dimaksudkan agar pohon dapat tumbuh dengan optimal.

5. Pertumbuhan

Porang selama pertumbuhannya pada setiap tahun mengalami periode istirahat/dormasi. Periode pertumbuh dan umbi yang ditanam tumbuh daunnya 5 sampai 6 bulan yaitu pada musim penghujan atau disebut dengna periode Vegetatif. Kemudian dalam musim kemarau daun-daun akan mati (jawa: ngripahi) periode ini disebut periode istirahat. Pada musim penghujan apabila daunnya telah mulai tumbuh lagi umbi yang bearada dalam tanah akan habis terhisap dan akan tumbuh lagi umbi baru yang lebih besar dari pada sebelumnya

 

C. PANEN DAN PASCA PANEN

Penentuan waktu panen yang disesuaikan dengan tujuan pemanfaatan umbi dan cara panen yang tepat sangat mempengaruhi mutu hasil panen. Mutu hasil panen yang baik didukung dengan penanganan pasca panen yang tepat, akan mempengaruhi mutu produk olahan yang diinginkan.

1.      Panen

  • Panen Porang pertama kali dilaksanakan setelah berumur 3 tahun (setelah mengalami periode pertumbuhan sebanyak 3 kali), tetapi panen selanjutnya dapat dilakukan sekali (karena terjadi proses pembibitan secara alami).
  • Waktu panen : April-Juli (pada saat umbi Porang mengalami dorman).
  • Ciri-ciri umum tanaman porang yang siap dipanen : sebagian atau seluruh daun dan batang sudah mengering/mati (Ngripahi : bahasa jawa).
  • Cara pemungutan umbi : dengan menggali tanah di sekitar bekas batang (umbi yng menyembul, mungkruk : bahasajawa) dengan cangkul/gancu secara hati-hati, lalu umbi diangkat kepermukaan tanah.
  • Umbi yang dipanen dipilih hanya yang berukuran besar (minimal 1 Kg/umbi)dan sehat
  • Produksi umbi Porang berkisar antara 6-17 ton/ha (tergantung pada pemeliharaan). Tetapi pada umumnya rata-rata 9 ton/ha.

2.      Pasca Panen

a. Umbi Basah/Glondongna

  • Setelah dilaksanakan pemanenan, umbi di kumpulkan di suatu tempat yang teduh.
  • Bersihkan umbi dari tanah atau akar yang menempel.
  • Umbi dikemas dan dijual.

b. Umbi kering

  • Setelah dilaksanakan pemanenan, umbi dikumpulkan disuatu tempat yang teduh
  • Bersihkan umbi dari tanah atau akar yang menempel.
  • Umbi diiiris dengan pasah/pisau setebal 0.5cm dan harus langsung dijemur (alam terik matahari) kurang lebih 5 hari, supaya menghindari rusak akibat jamur dan penyusutan kadar manannya.
  • Selanjutnya umbi kering diuji, dikemas dan dijual

D. PEMASARAN HASIL

1. Umbi Basah/Kering

Umbi basah ataupun umbi kering dijual ke para pengepul lokal dan atau koperasi, yang selanjutnya oleh para pengepul atau koperasi dijual ke pengepul Induk dijual ke Pabrik.

2. Olahan

Hasil olahan seperti Konyaku, atau Shirataki dll, sebagian besar dijual ke luar negeri (ekspor) khususnya negara Jepang.

E. MANFAAT UMBI PORANG

Beberapa manfaat penting dari kandungan zat mannan yang terdapat pada umbi porang adalah :

  1. Bahan lem yang daya rekatnya terbaik dan kedap air.
  2. Campuran bahan dalam industri kertas agar kertas cukup kuat dan lemas.
  3. Dalam industri pertekstilan mannan dipakai sebagai detektor mikroba alami yang mampu menyediakan unsur karbon bagi mikroba dalam bidang laboratoris.
  4. Pengganti media tumbuh mikroba ataupun sebagai detektor mikroba alami yang mampu menyediakan unsur karbon bagi mikroba dalam bidang laboratoris.
  5. Digunakan dalam industri perfilman, (pengganti selulosa), pelistrikan (isolator), persenjataan perang dan bahan peledak, alat-alat dalam pesawat terbang, serta parasut para penerjung payung.
  6. Digunakan dalam industri minuman, pabrik gula dan pertambangan batu bara sebagai penjernih dan massa pengikat. Partikel batu bara yang terlarut dalam air dapat dengan mudah terikat oleh mannan ini, sehingga airnya dapat dimanfaatkan kembali.
  7. Dalam bidang farmasi dimanfaatkan sebagai pengikat formulasi tablet, pengental sirup obat, pembungkus dan etiket kedap air,penghancur (desintegrator) table, dan pembuat suppositoria.
  8. Dalam industri makanan pangan, mannan sebagai bahan pembuatan konyaku (sejenis tahu), shirataki(sejenis mie) dan lain-lain yang memiliki sifat lebih baik dari amilum dengan harga lebih murah.
  9. Bahan imitasi yang memiliki sifat lebih baik dari amilum dengan harga lebih murah.
  10. Kalau larutan manan campur dengan gliserin/natrium hidroksida bisa dibuat bahan kedap air.
  11. Untuk menjernihkan air dan memurnikan bagian-bagian koloid yang terapung dalam industri bir, gula, minyak, dan serat.
  12. Dalam industri kosmetika dan pengobatan untuk menjaga dan memulihkan kembali kelancaran peredaran darah dan mencegah naiknya kadarkolesrol dalam darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan mengobati kencing manis serta meningkatkan kesegaran dan kehalusan kulit.

F. ANALISA USAHA TANI

A. Persiapan pemanenan

1. Persiapan Lahan

20 HOK x Rp,20.000,- = Rp. 400.000,-

2. Pembuatan Lubang

20 HOK x Rp,20.000,- = Rp. 400.000,-

3. Pemanenan

10 HOK x Rp,20.000,- = Rp. 200.000,-

JUMLAH = Rp. 1.000.000,-

B. Pemeliharaan

a. Pemupukan

10 HOK x Rp,20.000,- = Rp. 200.000,-

 

b. Penyiangan

20 HOK x Rp,20.000,- = Rp. 400.000,-

JUMLAH = Rp. 600.000,-

 

C. Pemanenan

1. Pemanenan umbi

30 HOK x Rp.20.000,-      = Rp.600.000,-

2. Pemanenan katak/pupil

20 HOK x Rp,20.000,-      = Rp. 400.000,-

3. Angkutan ke gedung

15 HOK x Rp,20.000,-      = Rp. 300.000,-

JUMLAH = Rp. 600.000,-

D. Sarana Produksi

1. Bibit umbi

200kg x Rp. 20.000,-  = Rp. 600.000,-

2. Kompos

200kg x Rp. 20.000,- = Rp. 400.000,-

3. Kosarin

20Kg x Rp.15.000,-   = Rp. 300.000,-

JUMLAH = Rp. 1.300.000,-

E. Hasil Produksi

Panen I

Tahun II

1. Umbi porang

5.000kg x Rp. 1.000,- = Rp.5.000.000,-

2. Pupil / Katak

150kg x Rp.13.000,- = Rp. 1.950.000,-

JUMLAH = Rp. 6.950.000,-

Tahun III

1. Umbi porang

9.000kg x Rp. 1.000,- = Rp. 9.000.000,-

2. Pupil / katak

300kg x Rp. 13.000,- = Rp. 3.900.000,-

JUMLAH = Rp. 600.000,-

G.  INFORMASI, PEMESANAN DAN PEMASARAN

1. Dinas Pertanian Kabupaten Kendal

Jln. Soekarno-Hatta – Kendal

Kontak: Dra. SRI MURWATININGSIH

Telp. 081325647064

2. Sekretaris Paguyuban Petani Porang

Perum Rejosari Indah C6

Brangsong – Kendal 51371

Kontak: EKO HERU WIDARYANTO

3. Koperasi MDH ‘Alam Lestari’

Desa Darupono – Kec. Kaliwungu Selatan – Kendal

Kontak : SURYANI

Telp. 081802439386

4. Koperasi MDH ‘Setyo Jati Makmur’

Desa Surokonto – Kec. Pageruyung – Kendal

Kontak: Tulus

Telp. 081866077874

 

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL